![]() |
| Dok : Wisuda STMIK DCI 2025 |
Setiap mahasiswa pasti menantikan momen wisuda—hari di mana perjuangan panjang akhirnya terbayar. Setelah bertahun-tahun berkutat dengan tugas, ujian, dan skripsi yang menguras tenaga serta emosi, akhirnya toga dikenakan juga. Di balik senyum dan tangis haru keluarga, ada rasa bangga yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Lalu seketika muncul satu pertanyaan sederhana: Apakah wisuda adalah akhir dari perjalanan, atau justru awal dari kehidupan yang sebenarnya?
Banyak orang melihat wisuda sebagai garis akhir perjuangan di dunia akademik. Padahal, justru di titik inilah babak baru dimulai. Dunia kerja dan kehidupan setelah kuliah sering kali jauh berbeda dari yang dibayangkan. Tidak ada lagi jadwal kuliah atau dosen yang memberi arahan. Kini, kita sendirilah yang harus menentukan arah hidup, membuat keputusan besar, dan bertanggung jawab atas masa depan kita. Di sinilah ilmu dan pengalaman selama kuliah diuji apakah hanya sekadar teori, atau benar-benar bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.
Menjadi lulusan bukan sekadar soal gelar atau foto di atas panggung. Lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana kita menggunakan ilmu dan pengalaman yang sudah diperoleh untuk memberi manfaat bagi orang lain. Tidak harus hal besar—kadang, membantu teman menulis lamaran kerja, mengajar anak-anak di sekitar rumah, atau aktif dalam kegiatan sosial sudah menjadi bentuk kontribusi nyata. Sebab, pada akhirnya, ilmu akan menemukan maknanya ketika digunakan untuk kebaikan dan membawa perubahan positif di lingkungan sekitar.
Jadi, rayakan wisudamu dengan bangga dan penuh rasa syukur. Nikmati momen bahagia itu sebagai tanda keberhasilan, tapi jangan berhenti di sana. Dunia di luar kampus sedang menunggumu untuk memberi arti. Jadilah lulusan yang tidak hanya membanggakan gelarnya, tetapi juga tindakannya. Karena sejatinya, wisuda bukanlah titik akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru untuk berbagi, menginspirasi, dan memberi makna bagi sesama.
