Postingan

10 Tahun Perjalanan Mengantar Mahasiswa ke Puncak Pimnas: Dari Mimpi yang Terkubur hingga Prestasi Nasional

Dokumentasi Tim PKM-PM

Sejak menjadi mahasiswa saya memiliki keinginan untuk mengikuti berbagai kegiatan Kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Kemdikti salah satunya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), namun pada waktu itu belum memiliki akses informasi untuk dapat mengikutinya, belum ada yang membimbing dan mendampingi hingga akhirnya masa studi selesai sebelum sempat mencoba, dan impian itu sempat terkubur begitu saja.

Kesempatan menjadi dosen mengubah semuanya, dari sanalah saya bertekad untuk mengabdikan diri sebagai pembimbing PKM agar mahasiswa saya bisa meraih peluang yang dulu tidak sempat saya raih. Bukan sekadar gaya atau capaian prestisius, tetapi karena saya yakin dengan mengikuti PKM mahasiswa dapat memperoleh ilmu, pengalaman, jaringan, dan soft skill lainnya yang sangat berharga untuk mempersiapkan masa depan mereka setelah lulus.

Sejak mulai mengajar pada tahun 2017, setiap tahun saya mengajukan diri untuk menjadi pembimbing mencoba mengajukan proposal PKM bersama mahasiswa. Namun berkali-kali hasilnya tidak lolos, dari setiap kegagalan membawa saya pada proses evaluasi diri yang pastinya ada yang kurang tepat dalam pembuatan proposal PKM. Oleh karena itu saya mulai belajar mengikuti berbagai sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan program terkait Program Kreativitas Mahasiswa baik yang online maupun online. Sedikit demi sedikit, pola dan standar PKM yang ada pada panduan mulai saya pahami dengan lebih dalam.

Pada tahun 2023, perjuangan panjang itu akhirnya berhasil. Tim PKM Mahasiswa STMIK DCI berhasil lolos ke skema PKM-Pengabdian kepada Masyarakat untuk pertama kalinya. Rasa bahagia dan haru bercampur menjadi satu karena setelah bertahun-tahun berusaha, akhirnya ada titik terang yang nyata. Pencapaian ini menjadi sumber kebanggaan bagi tim PKM-PM. Kesuksesan ini sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa lainya untuk menjadi lebih percaya diri, berani bermimpi, dan terus meningkatkan prestasi.

Tahun berikutnya 2024, Mahasiswa STMIK DCI kembali menorehkan prestasi melalui PKM-Artikel Ilmiah. Ada kisah menarik di balik proposal ini. Saat itu saya membimbing salah satu mahasiswa Proyek Perangkat Lunak untuk mahasiswa semester 5, Di awal bimbingan, ia menyampaikan bahwa proyek yang dibuatnya bukan hanya untuk mengejar nilai. Namun dia menegaskan bahwa tugas tersebut harus menjadi karya yang siap digunakan, dan karya tersebut menjadi portofolio yang membuatnya bangga ketiak disematkan pada Curiculum Vite, demikian pungkasnya ketika bimbingan. 

Hasil proyeknya sangat bagus idenya kuat, inovasinya relevan, dan laporannya rapi serta bebas plagiarisme berdasarkan pengecekan Turnitin. Setelah sidang, saya memberikan tantangan untuk mengubah laporan tersebut menjadi artikel ilmiah untuk diusulkan ke PKM skema Artikel Ilmiah. Meski awalnya ragu karena belum pernah menulis jurnal, kemauan belajarnya membuat ia berani mencoba. Siapa sangka, proposalnya berhasil lolos di antara ribuan peserta dan memperoleh insentif dari Kemendikbud.

Tahun 2025 menjadi puncak dari perjalanan panjang ini. Mahasiswa STMIK DCI kembali lolos pada skema PKM-Gagasan Futuristik Tertulis (GFT) sebuah skema yang menuntut kreativitas, inovasi, nilai manfaat besar, serta visi futuristik yang dapat direalisasikan. Inilah bentuk kontribusi mahasiswa untuk Indonesia yang berkemajuan, sejalan dengan Asta Cita pemerintah. Dari hasil penilaian reviewer PKM GFT, proposal mahasiswa STMIK DCI menjadi salah satu yang memperoleh nilai tertinggi, sehingga berhak melaju ke Pimnas 38 Tahun 2025. 

Saat membaca surat undangan peserta pimnas, dengan penuh emosional, tangan dan badan bergetar seolah tak percaya, takut salah baca, namun ternyata benar: STMIK DCI masuk di antara 21 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia yang lolos Pimnas 38. Dengan mata berkaca-kaca, saya langsung mengucapkan syukur seraya sambil membalas pesan Alhamdulillah di WhatsApp Group PKM-GFT, Mengantarkan mahasiswa ke puncak prestasi tertinggi dalam ajang Pekan ilmiah nasional adalah kebahagiaan yang nyaris tak bisa diungkapkan. Butuh perjuangan panjang, belajar, evaluasi, mencoba lagi hingga butuh 10 tahun untuk bisa sampai pada titik ini. Rasa capek, ngantuk, dan lelah seketika hilang ketika melihat mahasiswa mencapai mimpi mereka.

Kini nama STMIK DCI Masuk dalam jajaran perguruan tinggi beser se Inodnesia membuat seketika takjub, logo kampus  kini dengan bangga dipakai oleh Panitia Pimnas38 sebagai salah satu finalis PIMNAS 38 yang diselenggarakan tanggal 23-28 November 2025 di Universitas Hasanudin. Saya percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi dan kesempatan yang sama. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa STMIK DCI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri, karakter, kreativitas, dan kontribusi sosial. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menanamkan nilai Kecerdasan (Brain), Keberanian (Brave), dan berprilaku baik (Behavior) dalam setiap langkah perjalanan hidup mereka menciptakan individu yang berdaya saing, berkarakter positif dan berdampak bagi masyarakat.



Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
Nanang Durahman Selamat datang di WhatsApp chat
Assalamualikum?
Tulis disini...