Bulan lalu, saya sempat melihat sebuah konten di Instagram tentang ajakan ikut project menulis buku bertema “Cerita Ayah Paruh Waktu”. Project ini digagas oleh Kurniawan Gunadi, yang dikenal sebagai penulis, editor, sekaligus kurator naskah di dunia literasi Indonesia
Waktu itu, saya coba memberanikan diri untuk ikut mengirimkan naskah. Jujur, tidak terlalu berharap akan diterima. Prinsipnya sederhana: daripada tidak mencoba sama sekali, lebih baik dicoba dulu. Kalau lolos, alhamdulillah. Kalau tidak, ya tidak masalah setidaknya sudah pernah berusaha.
Dan ternyata, di luar dugaan, tulisan itu terpilih menjadi salah satu yang akan dimuat dalam buku tersebut. Rasanya campur aduk bahagia, bangga, dan tentu saja bersyukur.
Kadang saya berpikir, kalau tidak pernah memulai atau mencoba, mungkin kita juga tidak akan pernah tahu hasilnya seperti apa.
Karena seringkali, yang menghalangi kita itu bukan kemampuan, tapi keraguan sendiri. Takut ditolak, takut tidak cukup bagus, atau bahkan takut untuk sekadar memulai. Padahal, bisa jadi satu langkah kecil yang kita ambil hari ini adalah pintu untuk sesuatu yang lebih besar di depan.
Pengalaman ini jadi pengingat sederhana buat saya: kesempatan itu tidak selalu datang dua kali, tapi keberanian untuk mencoba selalu bisa kita ciptakan sendiri. Jadi, kalau hari ini kamu punya keinginan apa pun itu mungkin ini waktunya untuk mulai. Tidak harus sempurna, yang penting berani dulu.
Semoga tulisan sederhana ini menjadi bermakna dan berarti besar untuk orang lain besok.

