![]() |
| Rifky Putra Ramadhan sedang menujukan webiste yang telah dibuatnya |
Pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas dengan papan tulis, buku, dan teori yang tersusun rapi. Terkadang, pengalaman belajar yang paling bermakna justru terjadi ketika ilmu pengetahuan bertemu langsung dengan permasalahan nyata di masyarakat.
Pada kegiatan tersebut terlihat mahasiswa sedang melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam penggunaan sebuah website yang telah dikembangkan. Website tersebut dibuat sebagai salah satu bentuk penerapan ilmu teknologi informasi untuk membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran, memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas, serta meningkatkan kemampuan digital dalam menghadapi perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pembuat teknologi, tetapi juga sebagai fasilitator yang memastikan teknologi tersebut dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat. Proses sosialisasi penggunaan website menjadi bagian penting, karena sebuah inovasi digital tidak akan memberikan dampak apabila pengguna belum memahami cara memanfaatkannya. Melalui proses pendampingan ini, mahasiswa belajar bagaimana berkomunikasi dengan pengguna, memahami kebutuhan UMKM, menyelesaikan permasalahan praktis, serta menyesuaikan teknologi dengan kondisi nyata di lapangan.
Bagi Ibu Siti Nurjanah Pemilik UMKM Randini Fish Chip, kehadiran website memberikan pengalaman dan manfaat baru dalam mengembangkan usaha. Beliau memberikan respon positif karena website yang dikembangkan mampu menjadi media promosi digital yang membantu memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Tidak hanya terbatas pada pelanggan di sekitar lokasi usaha, tetapi juga membuka peluang agar produk lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen dari berbagai daerah.
Selain meningkatkan jangkauan pemasaran, website juga memberikan nilai tambah terhadap brand awareness dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Dengan adanya identitas digital yang lebih profesional, informasi produk dapat tersampaikan dengan lebih jelas, sehingga membantu membangun citra usaha yang lebih terpercaya. Bagi pelaku UMKM, transformasi digital ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing dan mengikuti perkembangan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada teknologi.
Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang memahami teori di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut diterapkan untuk memberikan manfaat nyata. Interaksi langsung dengan pelaku usaha memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran akademik, seperti kemampuan komunikasi, kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan pengembangan website dan pendampingan UMKM, mahasiswa belajar bahwa teknologi bukan sekadar kode, aplikasi, atau sistem digital, tetapi sebuah alat untuk membantu manusia berkembang dan menciptakan perubahan. Kampus memberikan dasar pengetahuan, namun dunia nyata memberikan ruang untuk menguji, memperbaiki, dan mengembangkan kemampuan tersebut.
![]() |

