Keikhlasan dari guru

Guru merupakan profesi yang memiliki kedudukan sangat luhur. Perannya tidak hanya berorientasi pada pencapaian kesejahteraan duniawi, tetapi juga mengandung nilai ibadah yang bernilai akhirat. Pengabdian seorang guru akan terus mengalir pahalanya meskipun ia telah wafat, karena ilmu yang diajarkan menjadi amal yang tidak terputus. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amal perbuatannya terhenti kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh.

Dalam praktik pembelajaran, seorang guru dituntut untuk bersikap kreatif, inovatif, dan profesional, baik dalam merencanakan, melaksanakan, maupun mengevaluasi proses pembelajaran. Tujuan akhirnya adalah menciptakan peserta didik yang mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Oleh karena itu, dalam proses pembinaan dan pendidikan calon guru, sering ditekankan pentingnya kemampuan mengelola, mengombinasikan, serta memvariasikan berbagai model, metode, dan teknik pembelajaran. Namun demikian, terdapat aspek lain yang tidak kalah penting dan sering terabaikan, yaitu aspek kejiwaan atau jiwa seorang guru itu sendiri.

Sebagaimana disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kiai Dr. H. Syukri Zarkasyi, MA, bahwa metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan ruh atau jiwa guru lebih utama dibandingkan guru itu sendiri. Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan suatu profesi sangat ditentukan oleh kesesuaian antara bakat, minat, dan jiwa seseorang dengan profesi yang dijalaninya.

Banyak individu yang telah menempuh pendidikan tinggi keguruan, namun ketika terjun langsung ke dunia pendidikan justru merasa tidak nyaman berhadapan dengan peserta didik yang beragam karakternya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kompetensi akademik saja tidak cukup, melainkan harus diiringi dengan jiwa keguruan yang kuat. Dari sinilah dapat dipahami bahwa jiwa guru memegang peranan penting dalam membentuk sosok pendidik yang utuh dan berkualitas.

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
Nanang Durahman Selamat datang di WhatsApp chat
Assalamualikum?
Tulis disini...